Rabu, 24 Oktober 2012

Sedikit Cerita Tentang Musikalisasi Yang Dibawain Sama Kak Usada

Well, cerita punya cerita, kemaren itu sekolah ngadain "Sarasehan Bulan Bahasa". Waktu baja judal dan tema di banner biasa aja sih ya, gak tertarik. Tapi.... setelah acara di mulai, kok seru juga ya??? Apalagi waktu salah satu tamu nya  bawain lagu, kok rasanya melayang yaa??? Nama tamu yang nyanyi itu kak IB. Usada Kusuma. Lagu yang dibawakan juga bukan lagu yang biasa, tepatnya "Musikalisasi Puisi". Judul puisi yang dinyanyiin kemarin itu "Seperti Angin" karya om Nanoq Da Kansas. Beliau juga salah satu tamu di acara itu. Kalo gak salah, penggalan puisinya itu gini :

Seperti angin
Seperti teratai ku ingin tergulai
Berdiri diatas lumpur
Menjadi warna dunia

Semesta mengajak ku berdoa
Semesta membawaku ke ibu

Seperti angin
Kuingin mengisi dunia

Udahlah, gak hafal

Yang penting intinya KEREN ! dan patut diberi WAW! untuk puisi dan musikalisasi nya :D

Senin, 15 Oktober 2012

Cerpen " Friendship or Love"


Friendship Or Love
“Arrrrgrgrghhhhhhhhhhh !!!!!!!! sial sial sial sial !!!!! kenapa aku harus masuk ke kelas itu sihhh????” jeritku dalam hati. Ya, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan kenaikan kelas. Sekarang aku kelas 8, tepatnya 8f. aku merasa bagaikan siswa paling tidak beruntung di sekolah itu. Banyangkan! Tidak satu pun sahabatku di kelas 7 yang menjadi teman sekelas ku sekarang, but, Wait! Ada, Ditha, Via, dan Rama. Tapi aku tidak seberapa dekat dengan mereka. Tuhan, bagaimana ini. Seharian itu kuhabiskan dengan uring-uringan.
Sejak hari itu aku sepakat untuk duduk dengan Ditha, ya, aku lumayan akrab dengan dia. Tapi yah, begitulah, dia agak ketus. Sabar kunanti hari-hari duduk bersamanya.
~Skip Bulan Ramadhan~
Sekarang sudah masuk bulan Ramadhan, semua siswa harus memakai baju muslim, untuk yang non muslim memakai baju bebas rapi.
Saat ada di dalam kelas dan sedang berlangsung KMB, tiba-tiba ada pengumuman yang lumayan mengejutkan ku. Isi pengumuman itu adalah, kelas 8f dan 8g akan pindah ruang kelas. Yang mulanya kami berada di lantai 2, kini kiya harus pindah ke bawah. Huffffttttttt !!! Nggak ada yang tau apa? Kalo adaptasi itu perlu waktu?????
Setibanya aku dilantai bawah, aku memilih duduk di belakang teman baruku yang memiliki fandom yang sama denganku, yap “BELIEBERS” !. Aku duduk sendiri waktu itu. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang menghampiriku, ya Tuhan! Aku tau anak ini, dia kan Erma, cewek yang terkenal lumayan cerewet. Dia bertanya kepadaku apakah aku duduk sendirian, ya kujawab saja iya dengan sedikit senyuman tipis ala ku. Lalu dia bertanya lagi, apakah dia boleh duduk denganku?. Tanpa piker panjan, aku jawab saja iya. Mau bagaimana lagi, bila kutolak, kesannya jadi tidak enak. Ya kujalanai saja lah, siapa tau dia anak yang asik.
Hari demi hari telah kujalani duduk bersama dia. Ternyata dia asik loh, lucu malah. Dan setelah aku tau, dia ternyata ikut kelas bimbingan yang sama denganku. Wah, makin dekat saja aku dengannya. Sebenarnya, aku sudah kenal dia dari dulu, kelas 6 sd. Itu bermula dari ketika aku mengikutu bimbingan belajar bahasa Inggris untuk bekalku masuk ke sekolah yang kutuju, kenapa bahasa Inggris? Karena sekolah yang kutuju itu sekolah RSBI, mau tidak mau aku harus bisa bahasa Inggris. Oke, kita kembali kecerita. Pertama aku kenal dia, aku dikenalin sama sahabatku, Gitta. Saat kulihat dia, hmmmm, gak jauh beda lah sama aku, lumayan gemuk. Okelah fine. Setelah aku berhasil masuk ke sekolah yang ku inginkan, karena dia juga masuk, aku coba saja menyapa nya setiap kita bertemu, tapi APA?? Sepertinya dia lupa sama aku. Oke, kita jangan ingat-ingat masa lalu ku itu.
Makin hari aku semakin dekat dengan Erma, sampai akhirnya kami jadi sahabat.  Sampai pada suatu hari, dia mulai bercerita bahwa dia suka sama cowok yang pakai celana sedikit komprang. Aku agak bingung maksutnya. Ya memangsih, aku jugalebih suka cowok yang celana nya sedikit komprang dari pada “SkinyJins” ? setelah aku menelaah lebih jauh, eh ciye menelaah. Sepertinya Erma sedang menyukai seseorang dikelasku. Aku tidak akan bertanya, biar dia menceritakannya padaku karna keinginannya sendiri. Sampai pada hari dia cerita ke aku. Ternyata dugaanku benar. Dia memang menyukai salah satu anak di kelasku. Setelah dia cerita, akhirnya aku tau siapa sih yang bisa sebegitunya menarik perhatian temanku yang satu ini. Namanya Irgo, ya akau tau, dia anak yang biasanya duduk di belakangku dan Ditha bersama Cakra. Dan akhirnya, mau tidak mau aku membantu Erma untuk mendekati Irgo.
Pagi ini, tiba-tibaada seorang guru masuk ke kelas ku. Beliau mengubah aturan duduk kami. Tempat duduk kamu yang semula berdua diubah berkelompok. Aku terpilih satu kelompok dengan teman beliebers yang bernama Mega, seorang teman bernama Dian, Cakra, dan yang paling tidak kusangka, IRGO ! kesempatan ini tidak kudiamkan begitu saja. Kucoba mendekatkan mereka berdua, mulanya aku mengajak Erma duduk bersamaku saat tidak ada guru, lalu kutinggalkan mereka berdua berbincang-bincang. Semakin lama, mereka semakin dekat. Irgo mulai mengatakan kata-kata manis kepada Erma. Wah, ininih kesempatanku. Malam hari, kuputuskan untuk mulai nge- Chat Irgo di Facebook. Aku bilang saja kalau Erma begitu menyukai sejak awal-awal masuk kelas. Dan ternyata dia juga punya perasaan yang sama, tapi dia takut mengatakannya. Dia merasa bahwa dirinya tidak selevel sama Erma, Erma alim, dia begajulan, Erma pinter, dia biasa. Dia gak PD kali ya. Aku menyadari bahwa ini tidak akan berhasil tanpa campur tangan teman lelaki yang dapat meyakinkannya. Dan akhirnya, salah seorang teman membantu, namanya Rama, dia teman sekelas ku dari kelas 7. Tapi bukan aku yang memintanya untuk campur tangan dalam masalah ini. Aku aja baru tau beberapa hari setelahnya.
Benar saja, Irgo semakin mantab untuk menembak Erma setelah mendapat masukan dari Rama. Jumat, 24 Februari 2012, tepat pukul 12.48 WIB. Irgo menembak Erma ! waaah !!! dan pada saat itu aku sedang berada di rumah Erma, niatnya sih kerja kelompok, tapi untung yang lainnya belum pada datang. Aku benar-benar senang pada saat itu. Usahaku berhasil nyomblangin mereka berdua, diamping itu, aku juga senang melihat sahabatku bahagia.
~Skip kelas 9~
Kini aku sudah naik kelas 9, tepatnya 9g. sedangkan Erma masuk 9a. Uuuuhhh ….. betapa sedihnya aku berpisah dengan Erma. Tapi tak apalah, kan setiap istirahat aku masih bisa menemui Erma setiap jam istirahat tiba.
Sekarang aku sudah lumayan bisa bersosialisasi di kelas baruku. Mulanya yang kupikir kelas itu buruk sekali, ternyata tidak seburuk yang kupikir. Anak-anaknya lumayan baik. Termasuk Ifa teman sebangku ku sekarang.
Sudah satu minggu ini, gelagat Erma sedikit berbeda dari biasanya. Aku penasaran sekali apa yang terjadi pada sahabatku Erma. Saat di kopsis sekolah, Erma yang biasanya suka memelukku tiba-yiba menjadi aneh. Dia melepas pelukannya dariku secara tiba-tiba. Aku bingunglah. Sudahlah lupakan saja. Tapi walau bagaimana pun aku tetap curiga. Entah mengapa pikiranku tiba-tiba mengarah pada Irgo.
Ya Tuhan !!! aku lupa kalau ini hari senin. Yaaah, kesiangan, gak jadi dating club biologi dongg?? Yah sudahlah, gakpapa, sekali ini. Saat aku akan menuju lapangan untuk upacara, aku sempatkan mampir ke kelas Erma. Aku membawa puluhan kertas pertanyaan bikinan Ifa. Aku berinisiatif untuk menanyai Erma dengan pertanyaa-pertanytaan tersebut. Saat pada pertanyaan “ Sahabat atau Pacar”, Erma menjawab dengan jawaban yang benar-benar mengejutkan ku. Ya, dia pilih pacar. Sedikit sakit sih ya hati ini. Tapi mungkin saja Erma hanya bercanda, tenangku dalam hati.
Hari ini Erma tidak sengaja memelukku lagi, dan dia lagi-lagi melepaskannya secara spontan. Aku bertanya padanya, dengan ragu ia pun menjawab, bahwa Irgo lah yang menyuruhnya. Saat itu juga nayak pikiran jelek yang berkecamuk, ya ampun Irgo segitunya, duh nyesel nyomblangin, duh gimana ya??, duh Irgo gak menghargai orang lain ! blah blah blah blah……. Aku penasaran apa aja sih yang di omongin Irgo ke Erma tentang aku?
Hari jumat, waktunya ekskul Jurnalistik sepulang sekolah. Saat pulang sekolah tiba, aku langsung saja kumpul di tempat yang sudah diumumkan, sepertinya 9d, maybe~. Aku menemui Erma terlebih dahulu. Tapi sikap Erma dingin banget ke aku, aku tambah penasaran. Setelah selesai jurnal. Erma pun cerita ke aku. Erma nyeritain apa yang dibilang Irgo ke dia. Erma bilang, dia gak boleh peluk –peluk aku lagi, gak boleh minta tolong ke aku lagi, gak boleh pegangan tangan, pokoknya gak boleh terlalu deket  sama aku. Dan Erma bilang iya sama Irgo. Seketika aku terdiam. JLEB tau gak sih?? Sejak saat itu aku menjadi sangant amat amat amat benci sama yang namanya IRGO !!!! nyesel pernah nyomlangin mereka kalo gini caranya. Tapi aku gak ngomong ke Erma tentang perasaanku.
Setelah kejadian itu, aku gak ngomong sama sekali sama Erma selama +-2 hari, sabtu sampai minggu. Ya meskipun senin nya udah baik-baik aja hubunganku sama Erma, tetep aja ada hal yang ganjel di hati. Aku kecewa, kecewa banget malah. Tapi aku gak marah, bukan Erma yang salah, Irgo yang salah. Kalo mau dibilang marah, aku marah banget sama Irgo. Dia gak ngerti perbedaan CINTA (walaupun aku gak yakin yang ada di antara mereka itu cinta) dan PERSAHABATAN. Cinta dan persahabatn itu memiliki tempatnya masing-masing di hati manusia. Menurutku itu gak bisa di ganggu gugat. Irgo bener-bener gak dewasa kalo dia mempermaslahkan itu. Karena menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, aku pikir Irgo memilih untuk tidak menjadi dewasa, atau ya, who knows….
Sampai sekarang masalah itu belum selesai. Aku belum berani menyelesaikannya. Dan aku tidak tahu ending darri cerita ini. Karena ini memang benar-benar belum END.