Friendship
Or Love
“Arrrrgrgrghhhhhhhhhhh !!!!!!!! sial sial sial sial !!!!!
kenapa aku harus masuk ke kelas itu sihhh????” jeritku dalam hati. Ya, hari ini
adalah hari pertama masuk sekolah setelah liburan kenaikan kelas. Sekarang aku
kelas 8, tepatnya 8f. aku merasa bagaikan siswa paling tidak beruntung di
sekolah itu. Banyangkan! Tidak satu pun sahabatku di kelas 7 yang menjadi teman
sekelas ku sekarang, but, Wait! Ada, Ditha, Via, dan Rama. Tapi aku tidak
seberapa dekat dengan mereka. Tuhan, bagaimana ini. Seharian itu kuhabiskan
dengan uring-uringan.
Sejak hari itu aku sepakat untuk duduk dengan Ditha, ya, aku
lumayan akrab dengan dia. Tapi yah, begitulah, dia agak ketus. Sabar kunanti
hari-hari duduk bersamanya.
~Skip Bulan Ramadhan~
Sekarang sudah masuk bulan Ramadhan, semua siswa harus
memakai baju muslim, untuk yang non muslim memakai baju bebas rapi.
Saat ada di dalam kelas dan sedang berlangsung KMB, tiba-tiba
ada pengumuman yang lumayan mengejutkan ku. Isi pengumuman itu adalah, kelas 8f
dan 8g akan pindah ruang kelas. Yang mulanya kami berada di lantai 2, kini kiya
harus pindah ke bawah. Huffffttttttt !!! Nggak ada yang tau apa? Kalo adaptasi
itu perlu waktu?????
Setibanya aku dilantai bawah, aku memilih duduk di belakang
teman baruku yang memiliki fandom yang sama denganku, yap “BELIEBERS” !. Aku
duduk sendiri waktu itu. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang
menghampiriku, ya Tuhan! Aku tau anak ini, dia kan Erma, cewek yang terkenal
lumayan cerewet. Dia bertanya kepadaku apakah aku duduk sendirian, ya kujawab
saja iya dengan sedikit senyuman tipis ala ku. Lalu dia bertanya lagi, apakah
dia boleh duduk denganku?. Tanpa piker panjan, aku jawab saja iya. Mau bagaimana
lagi, bila kutolak, kesannya jadi tidak enak. Ya kujalanai saja lah, siapa tau
dia anak yang asik.
Hari demi hari telah kujalani duduk bersama dia. Ternyata dia
asik loh, lucu malah. Dan setelah aku tau, dia ternyata ikut kelas bimbingan
yang sama denganku. Wah, makin dekat saja aku dengannya. Sebenarnya, aku sudah
kenal dia dari dulu, kelas 6 sd. Itu bermula dari ketika aku mengikutu
bimbingan belajar bahasa Inggris untuk bekalku masuk ke sekolah yang kutuju,
kenapa bahasa Inggris? Karena sekolah yang kutuju itu sekolah RSBI, mau tidak
mau aku harus bisa bahasa Inggris. Oke, kita kembali kecerita. Pertama aku
kenal dia, aku dikenalin sama sahabatku, Gitta. Saat kulihat dia, hmmmm, gak
jauh beda lah sama aku, lumayan gemuk. Okelah fine. Setelah aku berhasil masuk
ke sekolah yang ku inginkan, karena dia juga masuk, aku coba saja menyapa nya
setiap kita bertemu, tapi APA?? Sepertinya dia lupa sama aku. Oke, kita jangan
ingat-ingat masa lalu ku itu.
Makin hari aku semakin dekat dengan Erma, sampai akhirnya
kami jadi sahabat. Sampai pada suatu
hari, dia mulai bercerita bahwa dia suka sama cowok yang pakai celana sedikit
komprang. Aku agak bingung maksutnya. Ya memangsih, aku jugalebih suka cowok
yang celana nya sedikit komprang dari pada “SkinyJins” ? setelah aku menelaah
lebih jauh, eh ciye menelaah. Sepertinya Erma sedang menyukai seseorang
dikelasku. Aku tidak akan bertanya, biar dia menceritakannya padaku karna
keinginannya sendiri. Sampai pada hari dia cerita ke aku. Ternyata dugaanku
benar. Dia memang menyukai salah satu anak di kelasku. Setelah dia cerita,
akhirnya aku tau siapa sih yang bisa sebegitunya menarik perhatian temanku yang
satu ini. Namanya Irgo, ya akau tau, dia anak yang biasanya duduk di belakangku
dan Ditha bersama Cakra. Dan akhirnya, mau tidak mau aku membantu Erma untuk
mendekati Irgo.
Pagi ini, tiba-tibaada seorang guru masuk ke kelas ku. Beliau
mengubah aturan duduk kami. Tempat duduk kamu yang semula berdua diubah
berkelompok. Aku terpilih satu kelompok dengan teman beliebers yang bernama Mega,
seorang teman bernama Dian, Cakra, dan yang paling tidak kusangka, IRGO !
kesempatan ini tidak kudiamkan begitu saja. Kucoba mendekatkan mereka berdua,
mulanya aku mengajak Erma duduk bersamaku saat tidak ada guru, lalu
kutinggalkan mereka berdua berbincang-bincang. Semakin lama, mereka semakin
dekat. Irgo mulai mengatakan kata-kata manis kepada Erma. Wah, ininih
kesempatanku. Malam hari, kuputuskan untuk mulai nge- Chat Irgo di Facebook. Aku
bilang saja kalau Erma begitu menyukai sejak awal-awal masuk kelas. Dan ternyata
dia juga punya perasaan yang sama, tapi dia takut mengatakannya. Dia merasa
bahwa dirinya tidak selevel sama Erma, Erma alim, dia begajulan, Erma pinter,
dia biasa. Dia gak PD kali ya. Aku menyadari bahwa ini tidak akan berhasil
tanpa campur tangan teman lelaki yang dapat meyakinkannya. Dan akhirnya, salah
seorang teman membantu, namanya Rama, dia teman sekelas ku dari kelas 7. Tapi bukan
aku yang memintanya untuk campur tangan dalam masalah ini. Aku aja baru tau
beberapa hari setelahnya.
Benar saja, Irgo semakin mantab untuk menembak Erma setelah
mendapat masukan dari Rama. Jumat, 24 Februari 2012, tepat pukul 12.48 WIB.
Irgo menembak Erma ! waaah !!! dan pada saat itu aku sedang berada di rumah
Erma, niatnya sih kerja kelompok, tapi untung yang lainnya belum pada datang. Aku
benar-benar senang pada saat itu. Usahaku berhasil nyomblangin mereka berdua,
diamping itu, aku juga senang melihat sahabatku bahagia.
~Skip kelas 9~
Kini aku sudah naik kelas 9, tepatnya 9g. sedangkan Erma
masuk 9a. Uuuuhhh ….. betapa sedihnya aku berpisah dengan Erma. Tapi tak
apalah, kan setiap istirahat aku masih bisa menemui Erma setiap jam istirahat
tiba.
Sekarang aku sudah lumayan bisa bersosialisasi di kelas
baruku. Mulanya yang kupikir kelas itu buruk sekali, ternyata tidak seburuk
yang kupikir. Anak-anaknya lumayan baik. Termasuk Ifa teman sebangku ku
sekarang.
Sudah satu minggu ini, gelagat Erma sedikit berbeda dari
biasanya. Aku penasaran sekali apa yang terjadi pada sahabatku Erma. Saat di
kopsis sekolah, Erma yang biasanya suka memelukku tiba-yiba menjadi aneh. Dia melepas
pelukannya dariku secara tiba-tiba. Aku bingunglah. Sudahlah lupakan saja. Tapi
walau bagaimana pun aku tetap curiga. Entah mengapa pikiranku tiba-tiba
mengarah pada Irgo.
Ya Tuhan !!! aku lupa kalau ini hari senin. Yaaah, kesiangan,
gak jadi dating club biologi dongg?? Yah sudahlah, gakpapa, sekali ini. Saat
aku akan menuju lapangan untuk upacara, aku sempatkan mampir ke kelas Erma. Aku
membawa puluhan kertas pertanyaan bikinan Ifa. Aku berinisiatif untuk menanyai
Erma dengan pertanyaa-pertanytaan tersebut. Saat pada pertanyaan “ Sahabat atau
Pacar”, Erma menjawab dengan jawaban yang benar-benar mengejutkan ku. Ya, dia
pilih pacar. Sedikit sakit sih ya hati ini. Tapi mungkin saja Erma hanya
bercanda, tenangku dalam hati.
Hari ini Erma tidak sengaja memelukku lagi, dan dia lagi-lagi
melepaskannya secara spontan. Aku bertanya padanya, dengan ragu ia pun
menjawab, bahwa Irgo lah yang menyuruhnya. Saat itu juga nayak pikiran jelek
yang berkecamuk, ya ampun Irgo segitunya, duh nyesel nyomblangin, duh gimana
ya??, duh Irgo gak menghargai orang lain ! blah blah blah blah……. Aku penasaran
apa aja sih yang di omongin Irgo ke Erma tentang aku?
Hari jumat, waktunya ekskul Jurnalistik sepulang sekolah. Saat
pulang sekolah tiba, aku langsung saja kumpul di tempat yang sudah diumumkan,
sepertinya 9d, maybe~. Aku menemui Erma terlebih dahulu. Tapi sikap Erma dingin
banget ke aku, aku tambah penasaran. Setelah selesai jurnal. Erma pun cerita ke
aku. Erma nyeritain apa yang dibilang Irgo ke dia. Erma bilang, dia gak boleh
peluk –peluk aku lagi, gak boleh minta tolong ke aku lagi, gak boleh pegangan
tangan, pokoknya gak boleh terlalu deket
sama aku. Dan Erma bilang iya sama Irgo. Seketika aku terdiam. JLEB tau
gak sih?? Sejak saat itu aku menjadi sangant amat amat amat benci sama yang
namanya IRGO !!!! nyesel pernah nyomlangin mereka kalo gini caranya. Tapi aku
gak ngomong ke Erma tentang perasaanku.
Setelah kejadian itu, aku gak ngomong sama sekali sama Erma
selama +-2 hari, sabtu sampai minggu. Ya meskipun senin nya udah baik-baik aja
hubunganku sama Erma, tetep aja ada hal yang ganjel di hati. Aku kecewa, kecewa
banget malah. Tapi aku gak marah, bukan Erma yang salah, Irgo yang salah. Kalo mau
dibilang marah, aku marah banget sama Irgo. Dia gak ngerti perbedaan CINTA (walaupun
aku gak yakin yang ada di antara mereka itu cinta) dan PERSAHABATAN. Cinta dan
persahabatn itu memiliki tempatnya masing-masing di hati manusia. Menurutku itu
gak bisa di ganggu gugat. Irgo bener-bener gak dewasa kalo dia mempermaslahkan
itu. Karena menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, aku pikir Irgo memilih untuk
tidak menjadi dewasa, atau ya, who knows….
Sampai sekarang masalah itu belum selesai. Aku belum berani
menyelesaikannya. Dan aku tidak tahu ending darri cerita ini. Karena ini memang
benar-benar belum END.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar